Warga Indonesia Menggunakan Layanan Starlink, Pesan 3 Tahun yang Lalu Terkirim dari Bekasi

by -70 Views

Jakarta, CNBC Indonesia – Starlink resmi masuk ke Indonesia pertengahan bulan Mei. Namun, sejumlah pengguna telah memesan layanan ini sejak beberapa tahun lalu.

Salah satunya adalah Azhar Adam Abdurrohman yang berlangganan Starlink untuk kebutuhan sekolah SMP Islam Syifaul Qulub Gresik. Dia telah memesannya sejak tiga tahun lalu melalui website resmi dan pembayaran menggunakan Apple Pay.

Azhar mengungkapkan bahwa pesanannya baru datang awal Mei lalu. Sekolahnya menggunakan paket langganan Residensial untuk layanan tersebut.

Selain itu, pelanggan lain bernama Albert Tarigan juga melakukan pemesanan layanan sejak November 2021 dan pesanan baru datang awal Mei. Albert membayar deposit sebesar US$ 100 (Rp 1,62 juta) saat pemesanan. Starlink menyatakan bahwa wilayahnya akan tercover jaringan mulai tahun berikutnya setelah memasukkan alamat saat pendaftaran.

Namun, baru tiga tahun kemudian layanan tersebut resmi beroperasi setelah mendapatkan izin yang dikeluarkan oleh Kominfo. Pengiriman dilakukan dari wilayah Jababeka dengan harga yang disesuaikan dengan deposit yang sudah dibayarkan sebelumnya.

Dalam penggunaannya, Azhar mengungkapkan bahwa Starlink memberikan kecepatan internet hingga 60 Mbps saat tiba dan terus bertambah seiring berjalannya waktu. Albert juga mengaku puas dengan kecepatan internet Starlink di daerah Cibinong, mencapai 100-300 Mbps.

Albert menyebut penggunaan Starlink cukup mudah dan tidak memerlukan keahlian khusus. Namun, Azhar menyarankan untuk memasang anti-petir dan harus dipasang di atas genteng, yang bisa sedikit merepotkan.

Artikel Selanjutnya:
Alasan Warga Bandung Pakai Starlink Rela Bayar Mahal

(dem/dem)