Starlink Membuat Kiamat Semakin Mendekat, Peneliti Menemukan Tandanya

by -52 Views

Teknologi internet berbasis satelit milik SpaceX, Starlink, diketahui memiliki dampak buruk terhadap lapisan ozon. Menurut sebuah studi yang dilakukan oleh para peneliti dari University of Southern California, megakonstelasi satelit ini bisa menghambat proses pemulihan atmosfer.

Penemuan ini menunjukkan bahwa satelit Starlink yang sudah tidak berfungsi lagi dapat menyebabkan dampak negatif terhadap lingkungan. Para peneliti menyebut bahwa jika satelit yang terbakar saat kembali ke Bumi dapat menghasilkan polutan berbahaya ke atmosfer, termasuk aluminium oksida yang berkontribusi pada penipisan ozon secara signifikan.

Studi ini juga menunjukkan bahwa terdapat peningkatan kadar aluminium di atmosfer sebesar 30% pada tahun 2022 akibat interaksi logam dari satelit yang digunakan dalam pembangunan konstelasi Starlink. Satelit seberat 550 pon disebutkan dapat menghasilkan 66 pon nanopartikel aluminium oksida saat masuk ke Bumi, dan aluminium tersebut baru turun ke stratosfer setelah 30 tahun.

Para peneliti menekankan perlunya penelitian lanjutan mengenai dampak lingkungan dari masuknya satelit ke Bumi. Mereka mengatakan bahwa masih banyak yang perlu dipahami tentang dampak tersebut, terutama dengan meningkatnya jumlah satelit yang masuk ke atmosfer.