Fitur Kecerdasan Buatan (AI) di iPad Pro 2024 Tidak Memuaskan, Prediksi Ahli Tidak Terbukti

by -47 Views

Jakarta, CNBC Indonesia – Apple baru saja meluncurkan iPad Pro terbaru dengan chip M4 untuk mendukung teknologi kecerdasan buatan (AI) yang handal. Hal ini merupakan upaya Apple untuk mengejar ketertinggalan ketika perusahaan teknologi lain telah berlomba-lomba mengembangkan AI sejak tahun lalu.

Meluncurkan chip baru pada produk tablet tidak biasa dilakukan Apple. Sebelumnya, perusahaan asal Cupertino ini sering memperkenalkan chip baru saat merilis MacBook atau PC Mac.

Peluncuran iPad Pro, iPad Air, dan chip M4 terbaru telah mendorong saham Apple naik 0,5%, setelah mengalami kenaikan 1,8% pada pembukaan perdagangan.

Di tengah saham Microsoft dan Alphabet (Google) yang tumbuh pesat berkat AI, Apple justru mengalami penurunan 5% sepanjang tahun ini karena permintaan iPhone yang lesu dan sikap perusahaan yang terlihat tidak terburu-buru dalam mengembangkan AI.

Namun, Apple kini tampaknya semakin bersemangat. Chip AI membawa Neural Processing Unit (NPU) yang lebih besar. NPU adalah bagian dari chip yang dirancang khusus untuk mendukung fitur-fitur AI.

Chip buatan Apple telah memiliki NPU sejak 2017, namun Intel dan Qualcomm juga sedang gencar mengembangkan chip dengan kemampuan NPU yang kuat.

“Dengan performa seperti ini, neural engine dan M4 lebih perkasa dibandingkan NPU pada PC AI yang tersedia di pasaran saat ini,” kata VP Platform Architecture Apple, Tim Millet, seperti dilansir dari Reuters, Rabu (8/5/2024).

Lebih spesifik, fitur-fitur AI yang dimungkinkan oleh chip M4 belum terlalu banyak diungkap pada seri iPad Pro. Kemungkinan, Apple masih menunggu acara peluncuran berikutnya pada 10 Juni melalui gelaran Worldwide Developers Conference (WWDC).

Biasanya, dalam WWDC, Apple akan mengumumkan kemampuan baru Siri dan pembaruan perangkat lunak.

Saat ini, ada beberapa fitur AI yang telah diperkenalkan Apple. Misalnya, membantu memperbesar gambar pengguna secara otomatis selama panggilan video. Namun, fitur-fitur tersebut dinilai belum cukup menonjol untuk menampilkan AI yang layak bersaing dan memicu minat beli masyarakat.

“Apakah cukup bagi masyarakat untuk melihat [AI Apple di iPad Pro] dan membelinya? Mungkin tidak,” kata Mikako Kitagawa, seorang analis di Gartner.

Senior analis di Investing.com, Thomas Monteiro, mengatakan secara rekam jejak, iPad biasanya digunakan oleh Apple untuk menguji teknologi baru. Sebab risikonya lebih rendah daripada produk andalan seperti iPhone dan Mac.

“Menurut saya, tujuan utama Tim Cook dalam peluncuran iPad baru bukan untuk mengatasi masalah penjualan yang rendah. Namun, untuk menanamkan dasar bagi produk-produk selanjutnya yang lebih baik dan inovatif,” jelasnya.