Kapasitas Internet 5G Sebesar 1.500 GB, Menkominfo: Mendukung Citra Bangsa!

by -65 Views

Indonesia telah menyiapkan kapasitas jaringan internet sebesar 1.500 giga byte (GB) untuk penyelenggaraan Konferensi Tingkat Tinggi World Water Forum (KTT WWF) ke-10 di Bali pada 18-24 Mei 2024. Menteri Komunikasi dan Informasi (Menkominfo) Budi Arie Setiadi mengatakan, infrastruktur dan jaringan telekomunikasi itu ditujukan untuk menunjukkan citra Indonesia kepada dunia dari sisi keandalan jaringan internet.

“Kita sama-sama menjaga citra bangsa dalam perhelatan ini. Mari kita buktikan secara maksimal demi nama negara dalam kancah perhelatan internasional,” kata Budi melalui siaran pers, Minggu (19/5/2024).

Jaringan internet ini disediakan oleh Telkom Group melalui pembentukan Posko Sentra Telepon Otomat atau STO Telkom di kawasan ITDC Nusa Dua, Bali. Selain itu, Satgas Telkom Group juga disebar di sejumlah titik untuk menjaga keandalan layanan internet.

Budi Arie pun meminta Satgas bekerja 24 jam mulai persiapan hingga berakhirnya KTT WWF 2024. “Semoga semua berjalan lancar dan sukses selalu buat kita semua,” harap Budi.

Direktur Enterprise Business Service Telkom Grup FM. Venusiana mengatakan, selama acara digelar, ada 102 personil Telkom Group yang bersiaga 24 jam di pusat operasi mini dan lainnya disebar untuk patroli jaringan di venue utama dan pendukung.

Ketua Satgas Posko Telkom Group, Syaifudin menambahkan, pihaknya juga telah menyediakan jaringan 5G di lima titik untuk mendukung KTT WWF 2024. Kelima titik jaringan 5G berada di venue utama WWF, yaitu BICC dan BNDCC, lalu Bandara Ngurah Rai, Garuda Wisnu Kencana dan STO Nusa Dua.

Dia memastikan, tim akan berjaga di pos masing-masing agar bisa segera melakukan recovery jika terjadi kerawanan atau gangguan terhadap kapasitas jaringan 1.500 GB.

“Estimasi okupansi jaringan pada peak traffic WWF tidak akan mencapai 50 persen. Jadi kapasitas yang disediakan sangat cukup memadai,” tutur Syaifudin.

World Water Forum ke-10 yang diselenggarakan 18-25 Mei 2024 merupakan pertemuan internasional yang melibatkan sejumlah pemangku kepentingan pada sektor sumber daya air, mulai dari pemerintah, parlemen, pemimpin politik, lembaga multilateral, politisi, akademisi, masyarakat sipil, pelaku usaha, dan lain sebagainya.

Pertemuan ke-10 di Bali bertema “Air untuk Kesejahteraan Bersama” dijadwalkan dihadiri oleh sekitar 35 ribu delegasi dari 193 negara di dunia.

Forum ini mengusung enam sub-tema utama yakni ketahanan dan kesejahteraan air, air untuk manusia dan alam, pengurangan dan pengelolaan risiko bencana, tata kelola, kerja sama, dan hidro-diplomasi, pembiayaan air berkelanjutan, dan pengetahuan dan inovasi.