Australia Meningkatkan Hubungan dengan Indonesia untuk Belajar dari Kebijakan Jokowi tentang Blokir Facebook

by -44 Views

Jakarta, CNBC Indonesia – Indonesia diundang oleh Australia untuk belajar mengenai penerapan aturan Hak Publisher. Undangan itu diberikan karena Australia telah lebih dulu menerapkan aturan yang serupa, yaitu Code Perundingan Berita.

Informasi ini disampaikan oleh Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik Kominfo, Usman Kansong. “Ini masih dalam tahap perencanaan, kita sudah berkomunikasi dengan Australia yang akan mengundang kita untuk belajar tentang penerapan Hak Publisher,” kata Usman dalam acara Ngopi Bareng di Kantor Kominfo, Jumat (3/5/2024).

Selain itu, Usman juga menyebutkan bahwa aturan ini berada di bawah yurisdiksi lembaga seperti KPPU di Australia. Pemerintah Indonesia masih menunggu undangan tersebut dan akan berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri untuk menentukan waktu kunjungan Kominfo ke Australia.

Usman menekankan bahwa Australia sangat menyambut baik undangan ini karena Indonesia adalah negara Asia pertama yang memiliki aturan terkait platform global. Sebelumnya, Facebook sempat memblokir konten berita di Australia karena aturan Code Perundingan Berita pada tahun 2021.

Publisher Rights atau Hak Publisher di Indonesia sendiri telah resmi disahkan oleh Presiden Joko Widodo pada Hari Pers Nasional 2024. Aturan ini dirancang untuk mendukung jurnalisme berkualitas dengan memastikan platform digital membagikan pendapatan kepada perusahaan media.

Peraturan Presiden Nomor 32 tahun 2024 juga mengatur berbagai hal yang mendukung kerja media, termasuk kerjasama antara perusahaan media dengan platform digital dalam bentuk lisensi berbayar, bagi hasil, berbagi data agregat berita, dan kerjasama bentuk lain yang disepakati oleh kedua belah pihak.