Buktikan Warga Indonesia Kecanduan Judi Online Melalui Google, Simak!

by -65 Views

Jakarta, CNBC Indonesia – Google Trends 2023 melaporkan sejumlah topik yang banyak dicari pengguna selama tahun ini. Perusahaan asal Amerika Serikat (AS) itu membaginya dalam beberapa tema besar.

Di Indonesia, judi online nampaknya masih dicari oleh sebagian besar orang warga Indonesia. Ini terlihat dari pencarian kata kunci terkait aktivitas tersebut mendominasi sepanjang tahun di Google Indonesia. Mengutip laman Google Trends, pencarian terkait judi online mengalami peningkatan hingga 1.700%. Pencarian topik tersebut terus meningkat selama periode setahun terakhir yakni Desember 2022 ke Desember 2023 lalu. Dalam laman tersebut, beberapa topik mengarah ke pencarian judi online, misalnya T***2, yang merujuk pada salah satu website slot judi.

Berdasarkan wilayahnya, Jawa Barat menjadi yang tertinggi sebanyak 100 poin. Sementara wilayah terbanyak lainnya adalah Banten (73 poin), DKI Jakarta (70 poin), Lampung (62 poin), dan Kalimantan Tengah (60 poin).

Kueri sejumlah topik lain terkait dengan penelusuran ini juga dilabeli sebagai pesat. Google mengartikannya sebagai adanya peningkatan luar biasa, yang bisa saja karena topik-topik tersebut baru dan hanya sedikit yang menelusurinya.

Sementara itu dalam 25 kueri penelusuran, terdapat beberapa topik lain selain T***2 yang merujuk pada pencarian slot atau judi online. Peningkatan pencarian juga luar biasa tinggi yakni berkisar 300%-800%.

Indonesia sendiri saat ini sedang darurat judi online. Sebagai salah satu agenda pemberantasan judi online selama beberapa waktu terakhir, Kementerian Kominfo (Kominfo) telah melakukan pemutusan akses dan/atau penghapusan (takedown) terhadap 60.582 konten perjudian online.

Selain itu, guna menekan transaksi terkait judi online, Kominfo secara formal telah meminta Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada tanggal 18 September 2023 untuk melakukan pemblokiran rekening yang terlibat.

Hingga Juli 2023, hampir 2.000 rekening bank dilaporkan terkait perjudian online. Jumlah aduan itu berkisar sejak awal tahun hingga Juli 2023 atau sekitar 7 bulan. Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Budi Arie Setiadi mengatakan Kementerian Kominfo menerima 1.859 aduan pemanfaatan rekening perbankan.