7 Aplikasi Ojol Mati di Indonesia Tanpa Diketahui Banyak Orang, Ini Daftarnya

by -143 Views

Pasar ojek online di Indonesia pernah ramai dengan hadirnya pemain lokal maupun luar negeri. Selain Gojek dan Grab, ada beberapa perusahaan lain yang juga ikut serta dalam pasar ojek Indonesia. Namun, banyak dari mereka akhirnya gulung tikar, termasuk Uber yang akhirnya harus angkat kaki dari Indonesia.

Berikut adalah daftar perusahaan transportasi online yang kemudian tak terdengar lagi namanya:

1. Call Jack
Calljack merupakan aplikasi ride hailing lokal asal Yogyakarta. Layanan mereka sama dengan Gojek/Grab, dengan dua opsi layanan Calljack dan O’Jack. Namun, sayangnya nama mereka hilang bak ditelan bumi.

2. Ojekkoe
Ojekkoe sempat memiliki 500 orang mitra pengemudi, sebelum akhirnya tidak aktif. Ojekkoe menjadi ride hailing yang dirilis sebagai bagian dari tugas akhir pendirinya, Katon Muchtar, di mana layanan mereka hanya memungut biaya minim Rp 2.500 per hari untuk mengantar penumpang.

3. Topjek
Saar rilis, TopJek menawarkan tarif murah tanpa promo, dengan fitur unggulan chat room, yang kala itu belum ada di aplikasi milik Gojek dan Grab. Meski terlihat menjanjikan, namun Topjek tidak bisa bertahan.

4. Uber
Uber angkat kaki dari Asia Tenggara, termasuk Indonesia pada 2018. Sejak itu mereka menjual seluruh bisnis kepada Grab, sehingga mitra pengemudi Uber banyak yang berpindah ke platform Grab atau bahkan Gojek.

5. LadyJek
LadyJek menjadi salah satu ride hailing yang sempat menjadi ojek online dengan pengemudi wanita untuk kaum wanita. Namun akibat keterbatasan modal, mereka juga harus gulung tikar.

6. Blujek
Blujek menjadi saingan terbesar Gojek dan Grab. Namun, akhirnya Blujek juga gulung tikar.

7. OjekArgo
OjekArgo sudah tidak aktif sejak 2017. Pelanggan yang membutuhkan layanan ride hailing ini hanya perlu instal aplikasi, tanpa perlu mendaftarkan diri atau membuat akun di aplikasinya.

Artikel Selanjutnya:
Saingan Grab dan Gojek Menggebrak dengan Kiamat Uang Kertas