RI Kemungkinan Dilewati oleh Proyek Kabel Laut Google yang Besar

by -82 Views

Proyek kabel laut besar milik Google akan melewati Indonesia. Melalui perusahaan induknya, Alphabet, mereka mengumumkan rencana untuk membangun kabel laut jaringan internet yang akan melewati negara-negara di Samudra Pasifik yang disebut sebagai negara “mungil”. Selain Indonesia, negara-negara tetangga seperti Timor Leste dan Papua Nugini juga akan menjadi bagian dari proyek ini.

Rencana pembangunan kabel laut dari Amerika Serikat yang akan menyeberangi Samudra Pasifik menuju Australia diumumkan di AS pada Rabu (25/10/2023) waktu setempat. Kesepakatan pembangunan jaringan kabel laut ini akan memperluas proyek kabel laut komersial Google ke wilayah yang mencakup negara-negara seperti Mikronesia, Kiribati, Kepulauan Marshall, Papua Nugini, Kepulauan Solomon, Timor Leste, Tuvalu, dan Vanuatu.

Perdana Menteri Australia Anthony Albanese berencana untuk bertemu dengan Presiden Joe Biden di Gedung Putih. Pemerintah kedua negara akan memberikan kontribusi finansial untuk proyek kabel laut Google. Pemerintah Australia akan memberikan kontribusi sebesar US$ 50 juta, sedangkan AS akan menyumbangkan US$ 15 juta.

Negara-negara di tengah Samudra Pasifik menjadi fokus perhatian China dan Amerika Serikat yang sedang bersaing untuk memperoleh pengaruh di wilayah tersebut. Kedua negara tersebut berlomba mendekati pemerintah negara-negara Pasifik untuk menjalin kemitraan militer dan pembangunan infrastruktur.

Presiden Joe Biden juga mendorong agar Amerika Serikat tetap dominan di bidang layanan telekomunikasi. Penguasaan industri telekomunikasi dianggap sebagai salah satu kunci isu keamanan nasional karena berkaitan dengan pengendalian arus informasi dari dan menuju seluruh dunia.

Google saat ini sedang membangun kabel serat optik yang melewati Taiwan untuk menghubungkan Filipina dan Amerika Serikat. Sebagai bagian dari proyek infrastruktur telekomunikasi di negara-negara kepulauan Pasifik, AS juga akan bekerja sama dengan pemerintah setempat untuk membangun ketahanan keamanan siber, termasuk membantu pencadangan data ke jaringan cloud global.

Sumber: CNBC Indonesia